Kategori: Berita

  • PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Angkat Isu Strategis Pasar Modal

    SUPERTIVI.COM — Bulan Ramadhan tahun ini dimaknai berbeda oleh Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia. Organisasi profesi di bidang pasar modal itu kembali menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Serial Inspiratif Asyik Ramadhan atau SIAR Ramadhan 1447 Hijriah. Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari kegiatan sosial, diskusi publik, hingga silaturahmi antaranggota.

    Ketua Umum PROPAMI NS. Aji Martono mengatakan kegiatan ini menjadi cara organisasi menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat literasi di sektor pasar modal.

    “Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, sekaligus terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di industri pasar modal,” kata Aji.

    Salah satu kegiatan dalam rangkaian SIAR Ramadhan adalah program Propami Peduli. Melalui program ini, PROPAMI menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah di Sumatera. Bantuan disalurkan melalui tiga Dewan Pengurus Wilayah (DPW), yakni Aceh Raya, Medan Raya, dan Padang Raya.

    Dana bantuan berasal dari donasi para anggota yang dihimpun melalui program Propami Care. Bantuan tersebut, menurut pengurus, menjadi bentuk kehadiran organisasi di tengah masyarakat yang sedang tertimpa bencana.

    Selain aksi sosial, SIAR Ramadhan juga diisi dengan serangkaian diskusi dan talkshow yang digelar setiap akhir pekan selama bulan puasa. Pada pekan pertama, PROPAMI membuka rangkaian diskusi dengan tema Sinergi Etika dan Mitigasi Risiko untuk Ekosistem Pasar Modal Terintegrasi. Diskusi itu menghadirkan jajaran pengurus pusat, mulai dari ketua umum, sekretaris jenderal, hingga bendahara umum.

    Pekan berikutnya, diskusi berlanjut dengan tema Strategi Persaingan Usaha Sehat di Pasar Modal dan Perbankan melalui Akselerasi Kompetensi Profesional Bersertifikasi. Para praktisi dan profesional di sektor keuangan hadir berbagi pandangan mengenai pentingnya standar kompetensi dalam industri keuangan.

    Memasuki pekan ketiga, SIAR Ramadhan mengangkat tema Tinjauan Aspek Syariah dalam Pengelolaan Reksa Dana: Perkembangan dan Tantangan di Indonesia. Dalam sesi ini, para pakar syariah pasar modal membahas dinamika pengembangan produk investasi syariah di Tanah Air.

    Rangkaian diskusi ditutup pada Jumat, 13 Maret 2026, dengan tema Menjadi Penasehat Investasi Profesional: Navigasi Regulasi, Kompetensi, dan Peluang Keuntungan di Pasar Modal. Sejumlah praktisi dan analis pasar modal turut berbagi pengalaman serta pandangan mengenai prospek profesi penasehat investasi di Indonesia.

    Di luar diskusi, kegiatan Ramadhan juga diisi agenda sosial lainnya. Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal, yang merupakan bagian dari keluarga besar PROPAMI, menggelar santunan bagi anak yatim.

    Sementara itu, tradisi kebersamaan anggota diwujudkan melalui kegiatan iftar jama’i atau buka puasa bersama yang digelar di berbagai daerah. Di tingkat pusat, Dewan Pengurus Pusat PROPAMI juga telah mengadakan buka puasa bersama sambil berdiskusi mengenai perkembangan industri keuangan, termasuk dinamika pasar global yang tengah dibayangi ketegangan geopolitik global.

    PROPAMI juga dijadwalkan menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar KADIN Indonesia di Masjid Istiqlal, tepatnya di area Teras Barat, pada 23 Maret 2026.

    Sebelum memasuki Ramadhan, PROPAMI juga terlibat dalam kegiatan edukasi yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan. Pada 13 Februari 2026, organisasi ini ikut berpartisipasi dalam coaching clinic terkait perizinan Wakil Perantara Pedagang Efek (WPE) dan Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) di Surakarta. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor OJK Solo itu dihadiri perwakilan perusahaan sekuritas, perbankan, dan lembaga keuangan lainnya.

    Sekretaris Jenderal PROPAMI Ali Hanafiah mengatakan rangkaian kegiatan SIAR Ramadhan diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang lebih luas.

    “Harapannya kegiatan ini bisa memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan literasi investasi masyarakat,” kata Ali.

    Menutup rangkaian kegiatan Ramadhan tahun ini, PROPAMI juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh anggota dan masyarakat. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.

  • Investor Cemas, CSA Index Februari 2025 Turun ke Level 56,3, Menunjukkan Ketidakpastian Pasar Modal

     

    CSA Index

    SUPERTIVI.COM – Pada bulan Februari 2025, CSA Index kembali mengalami penurunan signifikan ke level 56,3, serupa dengan penurunan yang terjadi pada Februari 2024 yang mencapai level 59,7.

    Pola ini menunjukkan adanya dampak dari berakhirnya sentimen January Effect, yang beriringan dengan kecenderungan pelemahan IHSG.

    CSA Index Februari 2025

    Poin Utama:

    • CSA Index Februari 2025 berada pada level 56,3.
    • Potensi terjadinya Trade War memberikan sentimen negatif.
    • Ketidakpastian semakin meningkat.
    • Data dikumpulkan antara 16 – 31 Januari 2025.

    Pergerakan IHSG pada Februari ini dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan domestik.

    Salah satu faktor eksternal yang memberikan tekanan pada pasar saham Indonesia adalah kebijakan geopolitik Amerika Serikat.

    Rencana Presiden AS untuk mempertimbangkan kembali pengetatan tarif perdagangan dengan China menciptakan ketidakpastian di pasar global.

    Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pasar saham AS, tetapi juga merambat ke pasar modal di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

    Di sisi lain, tekanan terhadap pasar juga dipengaruhi oleh kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global, yang dipicu oleh kenaikan suku bunga The Fed serta potensi resesi di negara-negara maju.

    Sentimen negatif ini mendorong investor untuk mengurangi eksposur mereka di pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia, dan beralih ke instrumen yang lebih aman seperti obligasi dan emas.

    CSA Index IHSG Konsensus 12M Forecast

    Dari sisi domestik, inflasi year-on-year (yoy) pada Januari 2025 tercatat sebesar 0,76%, yang menjadi level terendah sejak tahun 2000.

    Penurunan inflasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50% untuk pelanggan tertentu serta penurunan tarif angkutan udara.

    Meskipun inflasi yang rendah dapat meningkatkan daya beli masyarakat, kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi deflasi dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

    Meskipun inflasi mengalami penurunan, terdapat sentimen positif dari realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencatatkan rekor tertinggi sebesar Rp245,8 triliun pada kuartal IV 2024.

    Capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor asing terhadap perekonomian Indonesia.

    Sentimen positif tersebut turut memberikan dorongan bagi sejumlah sektor saham, terutama infrastruktur, manufaktur, dan energi terbarukan.

    Menurut Aji Martono, Ketua Umum PROPAMI “CSA Index Februari 2025 menunjukkan bahwa pelaku pasar kembali menghadapi realitas ketidakpastian.”

    CSA Index Sektor Pilihan Februari 2025

    Proyeksi Kinerja IHSG dan Sektor Potensial:

    Untuk proyeksi kinerja IHSG dalam 12 bulan ke depan, pelaku pasar terlihat menurunkan target penguatan indeks.

    Sebelumnya, pada Oktober 2024, target penguatan sempat dipatok di level 8.243, namun secara bertahap mengalami penurunan hingga pada Februari 2025 hanya diproyeksikan mencapai 7.277.

    CSA Index turut mengamati sektor-sektor yang berpotensi menjadi penggerak utama IHSG.

    Sektor keuangan tetap menjadi pilihan utama bagi pelaku pasar, sejalan dengan tren dalam beberapa bulan terakhir di mana sektor ini selalu mendominasi, diikuti oleh sektor energi.

    Pelaku pasar menilai bahwa kedua sektor ini menarik untuk investasi karena memiliki banyak emiten dengan kapitalisasi pasar yang besar.

    Selain itu, sektor keuangan dan energi cenderung berperan sebagai motor utama dalam pergerakan IHSG.

    CSA Index disusun oleh CSA Institute bekerja sama dengan Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), berdasarkan respon dari kuesioner yang dikirimkan kepada seluruh anggota AAEI dan alumni CSA Institute.

    Setelah itu, hasil respon tersebut diverifikasi untuk memastikan objektivitas dan validitasnya.

    Respon kuesioner dikumpulkan antara pertengahan hingga akhir bulan.

    Pembacaan CSA Index mencerminkan angka keyakinan dari responden terhadap pergerakan IHSG pada bulan berikutnya, serta target penutupan IHSG.

    Selain itu, untuk mengukur optimisme pasar terhadap kinerja IHSG, responden juga diminta untuk memberikan pandangan mereka mengenai kinerja IHSG di tahun berikutnya dan target penutupannya.

    Kuesioner ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pelaku pasar melihat peluang sektor-sektor yang menjadi market movers.

    Setelah melakukan tabulasi dan verifikasi terhadap hasil kuesioner, kami juga melakukan deep interview untuk menggali lebih dalam pandangan pelaku pasar mengenai keyakinan mereka terhadap IHSG di masa depan.

    Deep interview ini memungkinkan verifikasi lebih lanjut terhadap hasil CSA Index, untuk memastikan bahwa pandangan pelaku pasar sesuai dengan temuan yang ada.


    Tentang CSA Index

    CSA Index adalah indikator yang didasarkan pada survey dan pandangan pelaku pasar mengenai kinerja IHSG serta sektor-sektor yang berpotensi menjadi penggerak pasar.

    Indeks ini menggambarkan keyakinan dan pandangan para pelaku pasar dan analis terhadap kinerja IHSG di masa mendatang.

    Tentang AAEI

    AAEI (Asosiasi Analis Efek Indonesia) adalah organisasi nirlaba yang dibentuk oleh para analis efek pada tahun 2001. Pada tahun 2003, AAEI secara resmi dibentuk secara legal dengan kepengurusan yang terstruktur.

    Terbentuknya kepengurusan ini mendorong anggota AAEI untuk aktif melakukan berbagai kegiatan di bidang pasar modal, antara lain dengan mengadakan seminar, visit emiten, bedah buku, serta memberikan komentar dan pandangan terhadap indeks dan isu-isu terkini yang terjadi di dunia pasar modal.


    Tentang CSA Institute

    CSA Institute adalah lembaga pelatihan berbasis kompetensi yang fokus pada pengembangan kompetensi analis.

    Lembaga ini juga menyelenggarakan sertifikasi profesional seperti Certified Securities Analyst (CSA), Certified Technical Analyst (CTA), Certified Fixed Income Analyst (CFIA), dan program-program lainnya yang terkait dengan industri jasa keuangan.

    CSA Institute telah terverifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Pasar Modal (LSPPM) dan terdaftar di Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).