.

Flooding in Okayama the heavy rain hits western Japan at least 120 dead and 70 missing at presence

Dikirim oleh Japan Live pada Senin, 09 Juli 2018

Tim penyelamat di Jepang melakukan pencarian dari rumah ke rumah untuk mencari korban musibah hujan deras yang disertai banjir dan longsor yang masih hidup.

Pada Selasa, salah satu bencana cuaca terburuk di Jepang itu telah merenggut sedikitnya 141 nyawa dan dikhawatirkan masih akan bertambah seiring dengan semakin tipisnya harapan untuk menemukan korban yang masih hidup.

Hujan deras yang turun sejak pekan lalu telah berhenti dan banjir yang mulai surut memperlihatkan kerusakan yang telah meluluhlantakkan bagian besar wilayah barat negara itu. Banjir bahkan menenggelamkan satu distrik di Kota Kurashiki, salah satu daerah yang terkena dampak banjir terparah, dan memaksa warga naik ke atap sambil menunggu bantuan.

Pada Selasa pagi, tim penyelamat mendatangi satu per satu rumah warga dan berharap menemukan korban yang masih selamat atau jasad korban yang telah tewas.

“Ini yang kami sebut operasi grid, di mana kami memeriksa setiap rumah untuk melihat apakah ada orang yang masih terperangkap di dalamnya,” kata seorang pejabat dari pemerintah prefektur Okayama yang dilansir AFP, Selasa (10/7/2018).

“Kami tahu ini berpacu dengan waktu, kami berusaha sekeras yang kami bisa.”

Lebih dari 70.000 pekerja telah dikerahkan untuk menggali menembus banjir dan longsor yang telah mengubah lanskap di sebagian wilayah Jepang bagian tengah dan barat. Tetapi, setelah empat hari berlalu, harapan untuk menemukan korban yang masih hidup semakin menipis.

Tingginya suhu udara setelah hujan deras yang turun selama beberapa hari terakhir dikhawatirkan akan menyebabkan serangan panas bagi warga. Pihak berwenang setempat di beberapa daerah menawarkan air minum dan layanan mandi bagi mereka yang tinggal di rumah tanpa pasokan air sendiri.

“(Suhu) akan lebih dari 35 derajat Celcius di beberapa area … Harap berhati-hati tentang heatstroke jika Anda melakukan rekonstruksi di luar ruangan, dan terus waspada akan tanah longsor,” kata Juru Bicara Pemerintah Jepang, Yoshihide Suga.

Pemerintah mengatakan akan menggunakan sekira USD20 dari juta dana cadangan untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terkena dampak bencana. Perdana Menteri Shinzo Abe direncanakan mengunjungi daerah yang terkena bencana dalam beberapa hari mendatang.

baca juga: majalah MATRA cetak, klik ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here